Porseni merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan
di Pesantren Modern al-Amanah setiap tahunnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya
Porseni tahun ini dilaksanakan serentak oleh semua lembaga di bawah naungan
Pondok Pesantren Modern al-Amanah (SD Antawirnya, SMP Bilingual Terpadu, dan MA
Bilingual). Tahun ini juga ditambahkan kata “Teknologi”, karena ada salah satu
cabang lomba tambahan, yaitu Corel Draw.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Februari
2018, diawali dengan Mau’idhotul Hasanah dari pengasuh dan pendiri
Pondok Pesantren Modern al-Amanah, KH. Nurcholis Mishbah. Beliau juga yang
meresmikan Porseni dan Teknologi Pondok Pesantern modern al-Amanah dimulai.
Pembukaan Porseni dan Teknologi Pondok Pesantern modern al-Amanah juga di
meriahkan oleh persembahan Grand Opening oleh santriwan-santriwan kelas
X MAB.
Hari pertama porseni (26/2) Santriwan berlomba pada cabang
olahraga, antara lain : Futsal, Basket, Voli, Bulu Tangkis, Lari, Silat, Catur,
Karate, Tenis Meja, sedangkan Santriwati berlomba pada cabang seni dan
teknologi, antara lain: Menari, Da’i (Arab, Inggris, dan Indonesia), Lukis,
Poster, Gambar bercerita, Sholawat al-Banjari, dan Corel Draw. Sedangkan pada
hari selanjutnya (27/2) kebalikannya, santriwan berlomba pada cabang olahraga
seni dan teknologi (kecuali Menari), sedangkan santriwati berlomba pada cabang
olahraga (kecuali silat).
Penutupan Porseni dan Teknologi Pondok Pesantern modern
al-Amanah dilaksanakan pada 28 Februari 2018, diawali dengan parade keliling
pesantren. Dipimpin oleh grup Patrol dari kelas X MAB dan diikuti oleh seluruh
santri Pondok Pesantren Modern al-Amanah. Pembagian hadiah berupa trophy dilakukan
setelahnya. Juara umum untuk kegiatan Porseni dan Teknologi Pondok Pesantern
modern al-Amanah tahun ini diraih oleh Markhalah kelas X MAB. Selamat
Inilah beberapa jepretan yang berhasil kami ambil dalam kegiatan Porseni dan Teknologi Pondok Pesantren Modern al-Amanah :
Trophy untuk sang juara
Salah satu cabang lomba seni santri putra (Shalawat al-Banjari)
Salah satu cabang lomba olahraga santri putri (Bulu Tangkis)
Grand OpeningPorseni dan Teknologi Pondok Pesantren Modern al-Amanah
Parade keliling Pondok Pesantren Modern al-Amanah
Pembukaan porseni (Mau'idhotul Hasanah dari Pengasuh dan pendiri
Pondok Pesantren Modern al-Amanah KH. Nurcholis Mishbah)
Parade keliling Pondok Pesantren Modern al-Amanah
Salah satu cabang lomba olahraga santri putra (Voli)
Gerhana
bulan
terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan
tertutup oleh bayangan bumi. Itu
terjadi bila bumi berada di antara
matahari
dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak
dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi
dengan
matahari
. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan
terhadap bidang
ekliptika
sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi
bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan.
Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2
buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan
memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan
beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari
untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka
seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan
gerhana Matahari
karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan
antara Matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat
terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke
arah bulan oleh
atmosfer
bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki
spektrum
cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak
berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
Gerhana bulan dapat diamati dengan mata
telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.Ketika gerhana bulan sedang
berlangsung, umat Islam yang
melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan
salat gerhana
(salat
khusuf).
Jenis-jenis gerhana Bulan
Gerhana Bulan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
Gerhana bulan total dibagi menjadi 2 yaitu:
· gerhana bulan total negatif: Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada
pada daerah NTT dan warna bulan menjadi merah tetapi tidak rata.
· gerhana bulan total positif: Pada gerhana ini, bulan melalui titik pusat
daerah umbra dan warna bulan menjadi merah merata.
Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar
matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah
penumbra
. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan
bulan.
Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga
bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
GERHANA BULAN 31 JANUARI 2018
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi,
Nurangesti Widyastuti mengatakan fenomena
gerhana bulan
supermoon
(bulan super besar) adalah fenomena astronomi dan jangan dikaitkan dengan
hal-hal mistik.
"Jangan dikaitkan kejadian itu dengan hal-hal mistik dan klenik, karena itu
merupakan fenomena astronomi yang bisa terjadi," katanya di Jambi, Senin,
29 Januari 2018, dilansir Antara.
Nurangesti menjelaskan, pada 31 Januari 2018 dapat disaksikan suatu
fenomena alam yang disebut sebagai fenomena super blue blood moon.
Peristiwa itu, katanya, akan berlangsung setelah matahari terbenam dan
seluruh masyarakat Indonesia bisa menyaksikan peristiwa yang jarang terjadi
tersebut.
Nurangesti menjelaskan, kejadian itu akan mengombinasikan tiga fenomena
alam secara bersamaan, yaitu blue moon (bulan biru), super moon (bulan super besar) dan total lunar eclipse (
gerhana bulan
total). Kejadian yang sangat langka itu baru terjadi kembali dalam kurun
waktu 152 tahun.
"Kita akan dapat menyaksikan supermoon yang sangat masif yang
besarnya 14 persen dari bulan yang biasa kita saksikan dan juga memiliki
terang cahaya 30 persen lebih terang dari biasanya. Supermoon ini
terjadi karena posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi,
dikarenakan oleh posisi orbitnya yang oval, bukan berbentuk lingkaran,"
katanya menjelaskan.
Blue moon
juga merupakan kejadian cukup langka karena ini merupakan bulan purnama
kedua yang terjadi dalam satu bulan Januari 2018 ini. Fase kejadian ini
tidak memiliki hubungan dengan warna biru sang rembulan.
Blue moon
, lanjut dia, akan terjadi bersamaan dengan
gerhana bulan total
.
"Bulan biru atau bulan purnama kedua merupakan peristiwa biasa. Tapi ketika
si bulan biru terjadi berbarengan dengan gerhana bulan total, mungkin ini
yang tidak biasa," katanya lagi.
PUNCAK GERHANA BULAN
Ada gerhana bulan pada Rabu, 31 Januari 2018, waktunya nggak akan lama lho.
Sementara, gerhana bulan total yang disebut juga sebagai blood moon terjadi bila posisi bumi kita tepat berada di antara
matahari dan bulan. Posisi itu akan memaksa sinar matahari untuk melewati
atmosfer.
Selanjutnya, atmosfer akan menyaring sebagian besar cahaya yang berwarna
biru sehingga yang tersisa adalah warna oranye dan merah saja. Bulan akan
mulai memasuki bayangan bumi pukul 18.48 WIB dan menghabiskan waktu 3 jam
22 menit dalam umbra bumi.
Keseluruhan gerhana bulan, kata Nurangesti, akan terjadi selama 5 jam 17
menit dengan durasi gerhana total 1 jam 16 menit 4 detik. Proses gerhana
dimulai sejak matahari terbenam sampai tengah malam dan puncak gerhana
bulan total terjadi pada pukul 20.31 WIB.
Seiring berlangsungnya fenomena alam itu, sejumlah daerah mengagendakan
salat Gerhana berrsama-sama. Di Banda Aceh misalnya, warga diajak salat
Gerhana di masjid-masjid dan musala pada waktu tersebut, atau dilaksanakan
setelah salat Isya secara berjamaah.
Sementara, Kementerian Agama mengajak warga untuk melaksanakan salat khusuf
di pelataran Jam Gadang saat terjadi
gerhana bulan
total pada 31 Januari 2018.
SHALAT KHUSUF (GERHANA BULAN)
Hari Rabu lalu (31/1) seluruh umat muslim di Indonesia, khususnya di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah akan melakukan shalat
gerhana atau khusuf. Insyaallah shalat khusuf akan dilaksanakan di
lapangan utara Pondok Pesantren Modern Al-Amanah. Beginilah suasana pelaksanaan sholat gerhana bulan (khusuf) di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah.
Suasana Shalat Gerhana Bulan di PPM Al-Amanah
Adapun
tata cara shalat gerhana sebagai berikut:
jamaah shalat gerhana bulan adalah semua umat
Islam
secara umum sebagai jamaah shalat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah
pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.
Sebelum shalat ada baiknya imam atau jamaah melafalkan niat terlebih dahulu
sebagai berikut:
Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum
karena Allah SWT.”
Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana bulan adalah sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah
atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).
4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah
itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.
6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
7. Itidal. Baca doa i’tidal.
8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
9. Duduk di antara dua sujud
10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan
rakaat kedua.
12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang
sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri
pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua
dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.
13.Salam.
14.Imam atau orang yang diberi wewnang menyampaikan dua khutbah shalat
gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada
Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok
masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.
Bulan September
merupakan bulan ke-9 dari penanggalan Masehi. Awal Bulan September bertepatan
dengan perayaan Hari Raya umat islam di seluruh penjuru dunia, yaitu IDUL
ADHA. Idul Adha, mendengar kata ini pasti kita langsung berpikir tentang
penyembelihan hewan qurban (kambing, sapi, onta,), beberapa hari kedepan makan
daging dan jeroan, dll. Hari Raya Idul Adha berlangsung pada tanggal 10
Dzulhijjah 1438 H, bertepatan dengan tanggal 1 September 2017.
Berqurban telah
diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2. Pondok
Pesantren Modern Al-Amanah melarang santrinya pulang pada Hari Raya Idul Adha
karena pada hari ini para santri bisa belajar cara menyembelih dan hukum-hukum
berkurban yang lain.
Di pondok pesantren Al-Amanah, perayaan Idul
Adha berlangsung sangat meriah. Dimulai dari shalat Idul Adha pada pagi hari,
dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban, yaitu kambing sebanyak 23 ekor
dan sapi sebanyak 4 ekor. Pengurus pesantren juga mengadakan berbagai lomba,
yaitu lomba kaligrafi pada pagi hari dan lomba puisi bersambung dan drama pada
malam harinya.Keesokan harinya, diadakan lomba balap karung pada sore harinya
dan lomba shalawat serta pembagian hadiah pada malam harinya. Para santri
sangat senang dalam mengikuti berbagai acara tersebut, akan tetapi beberapa
santri ada yang tidak menyukai perayaan Idul Adha karena mereka tidak menyukai
lauk daging kambing dan jeroannya.
MA bilingual adalah satu diantara
beberapa lembaga di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Amanah
Junwangi, Krian, Sidoarjo. MA Bilingual didirikan 15 tahun yang lalu oleh
Alm.Ust. Nur Rohim, beliau juga menjabat sebagai kepala sekolah pertama MA
bilingual. Beliau menjabat sampai tahun 2013. Pada tahun 2013-2016, Ustdz.
Zanuba Al-Fareni, Lc menjabat sebagai kepala sekolah MA Bilingual menggantikan Alm.Ust.
Nur Rohim. Sekolah yang memiliki slogan “Madrasatul lughah wal qur’an” ini
sekarang dikepalai oleh H.Fahrizal Ischaq,Lc.,M.Fil.I.
MA
Bilingual memiliki 2 gedung utama sebagai tempat belajar mengajar. Satu
diantara 2 gedung masih dalam proses pembangunan, akan tetapi gedung tersebut
sudah bisa digunakan oleh para santri sebagai tempat belajar mengajar.
MA Bilingual memiliki 2 program, yaitu
program Sanggar Tahfidz Entrepreneur dan
program Reguler. Program Sanggar
Tahfidz Entrepreneur merupakan program baru di MA Bilingual, baru dimulai 1
tahun yang lalu. Program ini khusus untuk santri yang ingin menghafalkan Al-Qur’an,
di samping menghafal Al-Qur’an mereka juga dibekali dengan ilmu entrepreneur. Jam sekolah untuk santri yang mengikuti program
ini adalah dari jam 06.45-12.45. Selain dari waktu tersebut dihabiskan di
pondok. Sedangkan program Reguler merupakan program untuk santri yang ingin
mengembangkan bakat dalam ilmu umum maupun ilmu agama. Jam sekolah untuk santri
reguler adalah dari jam 06.45-13.05, di luar waktu tersebut dihabiskan untuk
kegiatan di pondok.
Sekian artikel
saya yang membahas tentang MA Bilingual
Malam
hari pada tanggal 25 Mei 2017, Pesantren Modern Al-Amanah kembali mempunyai
pekerjaan besar dan juga merupakan acara tahunan yaitu wisuda santri XXII.
Wisuda Alumni ke-13 dari Madrasah Aliyah Bilingual dan alumni ke-8 dari SMP Bilingual
Terpadu ini berlangsung dari pukul 19.00 hingga pukul 01.00 dini hari. Acara
ini berlangsung di lapangan utara Al-Amanah yang disulap menjadi seperti gedung
mewah.
Acara
yang diketuai oleh Ustadz Mohammad Miono yang bertemakan “Golden White”ini berlangsung cukup mewah karena
dihadiri oleh pejabat daerah dan kyai tersohor. Seperti wakil gubernur Jawa
Timur Bapak Drs. H. Saifullah Yusuf dan wakil Bupati Sidoarjo Bapak H. Nur
Ahmad Syaifuddin, SH serta KH. Amin Maulana Budi Harjono yang memberikan
ceramah pada malam wisuda
Pada
momen kali ini Al-Amanah memberikan penghargaan kepada best student dari MA Bilingual dan SMP Bilingual Terpadu. Tak hanya
itu, MA Bilingual juga memberikan kepada 9 santri dari sanggar tahfidz
entrepreneur yang telah menghafalkan 10 juz dalam satu tahun ini
Tak hanya
acara wisuda santri, pada acara kali ini Al-Amanah mengenalkan beberapa seni
terbaru hasil karya Al-Amanah kepada seluruh tamu undangan, seperti lagu Mars
Al-Amanah Karya Ustadz H. Fahrizal Ischaq Lc, M.Fil.I yang tampil perdana pada
acara ini. Bukan hanya itu, tembang karya salah satu guru MA Bilingual, Mrs.
Laili Abidah yang berjudul “Pitutur Luhur” ditampilkan perdana
oleh Joko Bagus Group pada acara ini. Dan acara ini diakhiri dengan mauidhotul hasanah dan do’a oleh H. Budi
Harjono dari Semarang yang dengan berbagai macam kreasi beliau dalam
penyampaiannya membuat para hadirin tidak ingin melewatkannya walau semenit
pun. Acara ini juga disiarkan oleh TV9 dan diliput oleh berbagai massa.
Semoga
dengan acara ini, bisa memberikan kenangan terakhir kepada wisudawan dan
wisudawati serta menjadi do’a agar mereka kelak bisa memberikan manfaat bagi
orang tua, bangsa, dan agama. Amin